A29 – S1: Mengurai Skenario Busuk Kriminalisasi Massa Aksi 29 Agustus – 1 September di Bandung

Rp90.000

Buku ini hadir dalam bentuk yang jarang ditemui dalam penulisan politik dan hukum — sebuah teks kesaksian-politik hibrida yang menyusun peristiwa penangkapan pasca aksi 29 Agustus–1 September di Bandung bukan sebagai kronologi, melainkan sebagai peta sosial: menghubungkan spektakel digital, penggusuran, solidaritas kampung kota, advokasi, hingga ruang sidang. Susunan babnya mencerminkan ambisi yang utuh, mengambil energi dari banyak tradisi sekaligus — desakan mencatat, dorongan menuduh, kehendak menjelaskan pola, dan upaya menjaga ingatan kolektif. Ia bukan jurnalisme karena verifikasi bukan prioritasnya, bukan laporan hukum karena bukan argumentasi yuridis yang diutamakan, bukan pula pamflet karena halamannya penuh narasi, nama, lokasi, dan jejak pengalaman yang padat.

Kekuatannya terletak sejak awal pada keberanian memulai dari suasana. Bab “Masyarakat Spektakel” tidak membuka lewat pasal atau urutan penangkapan, melainkan lewat algoritma, visualitas, dan pergeseran afek publik: api, video, bank yang terbakar, kematian Affan Kurniawan, hingga bergesernya amarah menjadi ketakutan dibaca sebagai perebutan makna di ruang digital. Pilihan ini membuat peristiwa A29-S1 tampil sebagai benturan antara kekerasan di jalan dan manajemen perasaan di layar — dan sejak awal mengarahkan pembaca untuk memahami bahwa kriminalisasi tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu ditemani operasi narasi. Justru bentuk hibrida inilah yang membuatnya sanggup menanggung beban kenyataan yang juga hibrida.

Only 2 left in stock

A29 - S1: Mengurai Skenario Busuk Kriminalisasi Massa Aksi 29 Agustus - 1 September di Bandung
A29 – S1: Mengurai Skenario Busuk Kriminalisasi Massa Aksi 29 Agustus – 1 September di Bandung

Only 2 left in stock