| Weight | 0,5 kg |
|---|
Reticent – “Street Violence 7”
Rp150.000
Reticent terbentuk pada akhir 2021 di pinggiran Kota Bandung dalam situasi yang serba spontan. Band ini lahir dari intensitas pertemuan dan kesamaan visi musikal yang segera menemukan bentuknya hanya dalam dua kali sesi jamming studio. Dari proses yang relatif singkat tersebut, mereka merilis demo self-titled berisi lima lagu, termasuk interpretasi ulang “No Pride” milik Violent Reaction. Dirilis dalam format Compact Disc, dengan dukungan Fakk Store untuk produksi sampul, menunjukkan keseriusan awal mereka dalam membangun identitas, meskipun berangkat dari ekosistem yang serba mandiri.
Demo tersebut adalah dokumentasi fase awal juga fondasi estetik yang kemudian mereka evaluasi secara terbuka. Reticent tidak berhenti pada euforia rilis perdana. Mereka memanfaatkan momentum tersebut sebagai bahan refleksi untuk eksplorasi musikal, kedisiplinan komposisi, serta arah artistik. Hasil dari proses evaluasi itu terwujud dalam EP pertama bertajuk “Street Violence”. Berisi sembilan lagu, rilisan ini menampilkan komposisi yang lebih padat, terstruktur, dan agresif. EP Street Violence dapat dibaca sebagai artikulasi sikap dan lompatan lanskap sonik mereka.
Secara produksi dan distribusi, EP ini menandai lompatan signifikan. Dirilis dalam format kaset oleh Iron Thread serta dalam format vinyl 7 inci oleh Lionheart Records (Jerman). Dari sisi musikal, Reticent memperlihatkan konsistensi pada pendekatan yang langsung dan tanpa kompromi. Pola drum yang konstan dan presisi membangun fondasi ritmis yang kokoh. Distorsi bass terdengar kasar namun terkontrol, mengisi ruang frekuensi bawah tanpa kehilangan definisi. Sementara itu, tone drive gitar yang solid menegaskan karakter agresif yang menjadi ciri utama mereka. Lirik-lirik yang disampaikan secara lugas menghindari ambiguitas berlebihan, memperlihatkan kecenderungan untuk berbicara secara langsung tentang realitas sosial dan sikap personal.
In stock














